Author Archive for Mitra Indonesia

08
Jul
10

Peta Pitap

Iklan
24
Jan
08

Apr bermasalah

sumber dasar dari : http://inigis.info

PUNYA KASUS SEPERTI INI?

Anda tentu mengenal Arcview Project (*.apr). Kasus diatas biasanya muncul saat kita memindahkan project kita ke komputer lain.Masalah diatas seringkali terjadi bila kita tidak memahami metadata dari project yang sedang kita buat atau metadata project tersebut amburadul!! Bagaimana tidak amburadul project tersebut jika source shapefile ada di beragam folder yang terpisah (keluar dari system tree folder utamanya) bahkan berbeda drive penyimpanannya!! Anda yang sering menyimpan lagu favorit di Winamp pasti mengenal Winamp Playlist. Nah, cara kerja *.apr bisa kita samakan dengan Winamp Playlist tersebut. Coba pindahkan salah satu lagu favorit tersebut ke folder yang berbeda dengan folder source-nya saat menyimpannya dalam Winamp Playlist. Sekarang coba mainkan Playlist favorit tersebut, walaupun terdapat dalam list lagu favorit pada Winamp Player, namun lagu yang telah dipindahkan tidak bisa dimainkan bukan?

Kembali Ke L…… Kasus diatas. Ada 2 solusi yang akan ditunjukkan dengan contoh 2 kasus yang sering terjadi.

KASUS 1. Anda ingin memindahkan Project ke folder/drive yang berbeda dengan source projectnya.

Contoh kasus seperti gambar berikut, dimana manajemen system tree folder sudah baik disimpan dalam drive D:\Gis_samosir\… Sementara anda ingin memindahkannya ke folder/drive sesuka Anda, dengan kata lain, anda ingin membuka project Anda “di mana saja” !! (dengan catatan komputer tujuan memiliki program ArcView sesuai dengan ekstensi yang dibutuhkan
Solusi 1 . Anda bisa gunakan apr_tool, sebuah aplikasi kecil yang sangat bagus untuk mengganti path sehingga project Anda bisa dibuka sesuai dengan folder/drive yang diinginkan.
Kelemahan : Jika ingin mengubah folder/drive lagi, Anda kembali harus melakukan penggantian path
Namun ada Solusi yang lebih mudah untuk kasus 1 diatas. Aplikasi yang kita butuhkan adalah notepad (recommended) atau wordpad atau pengolah text lainnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

STEP 1 : Buka *.apr dengan Notepad

STEP 2 : Dari Notepad yang telah terbuka Pilih menu Edit —> Replace

STEP 3 : Pada jendela Replace yang terbuka, isikan pada kolom

Find What : “d:/

Replace With : “

Kemudian klik Replace All

Maka source project Anda akan menjadi “Gis_Samosir/…/…” dari sebelumnya “d:/Gis_Samosir/…/…”

Sekarang Anda bisa membuka project dari drive manapun didalam subfolder manapun bahkan dari CD sekalipun tanpa harus mengulang-ulang proses diatas!!

Mudah sekali, Bukan ??!

KASUS 2 : Contoh kasus 1 diatas akan menjadi sulit diimplementasikan jika manajemen system tree folder project yang Anda buat benar-benar AMBURADUL!! Misalnya folder project Anda di D:/Gis_samosir/…/… tapi anda juga menggunakan shapefile atau file image lainnya pada folder/ drive yang berbeda. Bahkan Anda sendiri tidak tahu dimana menyimpan source file ketika ArcView menanyakan “where is …\temp…\…\administrasi.shp”?? ABCD (Aduh Bo…) Sementara Anda ingin membuka project tersebut di komputer lain atau autorun dari CD!

SOLUSI 2 : Untuk solusi tersebut, kita akan gunakan sebuah aplikasi kecil dengan nama ZIPAPR.EXE. Aplikasi ini bekerja pada Command Prompt (DOS) dan hasilnya berupa file kompresi dengan ekstensi *.ZIP.

Anda bisa download disini.

STEP 1: Copy file ZIPAPR.EXE ke folder yang sama dengan file *.APR yang ingin Anda buat kompresinya

Misalnya file project terdapat di d:/Gis_Samosir/MyProject.Apr maka tempatkan file ZIPAPR.EXE pada folder yang sama sehingga path-nya adalah D:/Gis_Samosir/ZIPAPR.EXE .
STEP 2: Buka Command Prompt, kemudian ubah directory-nya menjadi D:\ Gis_Samosir>

STEP 3 : pada prompt tersebut ketikkan ZIPAPR –c MyProjet.apr kemudian tekan ENTER

(Sebelumnya Anda bisa ketikkan ZIPAPR lalu tekan ENTER untuk mengetahui command lengkap dari aplikasi ini)

Aplikasi akan menghasilkan file apr.zip pada folder D:/Gis_Samosir/. Copy file tersebut dan ekstrak dimana saja Anda inginkan!!

24
Jan
08

Pengantar dulu ya….

Google Earth, sudah tidak asing lagi bagi para penjelajah dunia maya.  dengan GE (Google Earth) kita bisa melihat seberapa besar lubang tambang yang telah di gali PT. Adaro di Kalimantan Selatan.  Atau mau liat seberapa bagus rumah-rumah pengusaha pertambangan batu bara di luar kalsel juga bisa asal tau saja alamatnya.  tapi tentunya tidak itu yang kami bahas namun ada beberapa tip’s menggunakan google earth dalam konteks GIS.

Ada beberapa tip misalnya :

– bagaimana data gps bisa di input dan dilihat posisinya pada google earth

– bagaimana memasukkan data dalam format shp kedalam googel earth  dan kemudian mengeditnya

– bagaimana data dari google earth bisa dilihat dan di edit di program arcview atau arcgis

– bagaimana memasukkan data dari formal excel ke dalam gooogel earth juga ada

pokoknya akan kami terus tambahkan  yang lainnya……..

semua informasi kami dapat dari web yang berbahasa indonesia dan bahasa inggris kemudian kami coba dan kami sajikan kembali, begitu ja…

mudahan ini bisa bermanfaat bagi lingkungan hidup di kalsel

29
Okt
07

konversi hutan terus berlanjut

Jangan kan untuk melakukan rehabilitasi, bahkan kawasan hutan yang adapun disikat habis. Tidak tanggung-tanggung kawasan tersebut dirubah untuk kepentingan yang merusak. Misalnya saja kawasan hutan dirubah menjadi kawasan pertambangan, jelas kawasan hutan akan hancur. Atau dirubah menjadi kawasan perkebunana kelapa sawit yang jelas merubah fungsi hutan dalam waktu lama dan terjadi penghacuran ekologis.

Hal ini terjadi di kabupaten tanah laut. Beberapa perusahaan pertambangan biji besi sudah memasuki kawasan hutan dan ada 16 perusahaan perkebunan yang arealnya masuk kawasan hutan berdasarkan data dishut kabupaten Tanah Laut yang dikutip oleh Banjarmasin post 26/10/07 .

perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :

No Perkebunan Perambah Hutan
1 Sarana Subur Agrisindo
2 Candi Arta
3 Bumi Raya Investindo
4 Lunik Anugerah
5 Meratusindo Nugraha Sentosa
6 Citra Putra Kebun Asri
7 Emida
8 Kintap Jaya Wattindo
9 Smart and Co
10 Damit Mitra Sekawan
11 Indoraya Everlatex
12 Malindo Jaya Diraja
13 Sinar Surya Jorong
14 Bridgeston Kalimantan Plantation
15 Pola Kahuripan Inti Sawit
16 PTPN XIII
17 Bangun Kalimantan
Sumber Data: Dinas Kehutanan Tanah Laut

Apakah dengan mengajukan pinjam pakai kawasan maka perusahaan perusahaan tersebut legal menggunakan hutan untuk penggunaan non hutan. Aturan dari departemen kehutanan memang seperti itu, setiap penggunaan dikawasan hutan harus seijin departemen kehutanan.

Namun ada lagi aturan yang harus diperhatikan adalah Tata Ruang Wilayah Kabupaten, menurut UU Tata Ruang yang baru jika terjadi pelanggaraan tata ruang maka akan dikenakan hukum maksimal 5 milyar. Lalu Apakah pemakaian kawasan hutan untuk penggunaan lain melanggar aturan tata ruang, bisa jadi itu terjadi karena dalam menetapkan kawasan hutan pemerintah kabupaten mengacu kepada aturan tentang kawasan hutan

29
Okt
07

Indeks Pembangunan Manusia di Kalsel Urutan 26??

hampir tidak percaya ketika membaca koran Banjarmasin Post pada tanggal 11 Agustus 2007. Bagaimana tidak, Kalsel bukanlah daerah miskin. Banyak sudah sumber daya alam di Kalimantan Selatan, mulai kayu kemudian batubara, emas, biji besi bahkan ratusan ribu lahan sudah berganti menjadi kebun sawit dan hutan tanaman industri.

Lalu dikemanakan duit dari hasil itu semua ??

Lalu apa yang telah dilakukan ratusan perusahaan pertambangan untuk masyarakat ??

Jika kenyataannya indek pembangunan Manusia di kalsel masih rendah??

Dikoran tersebut Ketua Komite Ahli Cooporate Social Responsbility (CSR) Award, Coorporate Forum Community Development (CFCD), Prof Dr Ir HAM Hardinsyah MS mengatakan IPM Kalsel yang berada di peringkat 26 dari 33 provinsi di Indonesia.dengan nilai 67,4.Padahal daerah yang berada di peringkat atas itu banyak daerah yang tidak memiliki sumber daya alam. Sementara Kalsel kaya,” ujarnya pada sebuah seminar. untuk menaikkan peringkat IPM diperlukan waktu yang sangat lama. Satu peringkat saja, lanjutnya, memakan waktu sekitar lima tahun. IPM Kalsel tahun 2002 sebesar 64,3 kemudian 2004 sebesar 66,7 dan 2005 naik menjadi 67,4. “Jadi kalau Kalsel ingin masuk ke urutan lima besar IPM di Indonesia, perlu waktu paling cepat 50 tahun,” tukasnya.

Bersambung

29
Okt
07

Sistem Kewilayahan Masyarakat Adat di Meratus

belum di edit

bila banyunya lilih kedaerah kami maka itulah wilayah kami”

Begitulah pernyataan salah satu masyarakat adat di dayak pitap untuk menjelaskan bagaimana sistem kewilayahan mereka. Hal ini terungkap ketika kami bersama dengan walhi kalsel memfasilititasi pemetaan di wilayah mereka.

Konsep wilayah dipegunungan meratus umumnya lebih jelas, karena ada prinsip dasar yang dipegang mereka yaitu lilih banyu. Konsep ini sangat mirip dengan konsep Daerah Aliran Sungai. Begitu pula dengan identitas mereka, jika kita ke kampung-kampung mereka maka sebutan dayak meratus sedikit agak membingungkan bagi mereka. Tapi kalau kita menyebut dengan orang pitap, orang alai atau orang loksado maka orang yang ditanya tersebut akan tahu siapa orang yang dimaksud. Pitap, Alai dan Loksado merupakan sungai-sungai yang ada di pegunungan meratus. Misalnya orang pitap maka itulah sebutan masyarakat adat yang tinggal di daerah aliran sungai pitap. begitu pula dengan alai dan sebagainya.

Pitap merupakan kelompok besar masyarakat yang tinggal disekitar DAS Pitap. kelompok besar ini kemudian terbagi-bagi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil misalnya kelompok orang Iyam, kelompok orang Iyam. Kelompok ini juga terdiri dari kelompok kecil lagi. Bagaimana pembagian wilayah mereka, orang Iyam misalnya menguasai wilayah yang berada di subdas Iyam begitu juga dengan kambiyain. pengwilayahan berdasarkan analisi das membuat wilayah mereka menjadi jelas.

26
Sep
07

Laut pun diincar untuk kawasan tambang

Setelah mengobrak-barik kawasan rawa di pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru kini PT. Bahari Cakrawala Sebuku (BCS) berencana melakukan eksploitasi batu bara di laut.

Beberapa bulan yang lalu perusahaan yang mayoritas dimiliki oleh orang Australia ini sudah melakukan eksplorasi di laut yaitu di selat laut kotabaru tepatnya disekitar kawasan Muara Sejakah, Kecamatan Pulau Laut Timur.

Namun aktivitas ini dihentikan oleh PT Bahari Cakrawala Sebuku sementara dikarnenakan adanya protes dari masyarakat yang hidupnya bergantung pada kawasan perairan tersebut termasuk juga para petambak.

Menurut pihak BCS aktivitas ini dilakukan untuk pengembangan kawasan Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Ada empat titik pengeboran di kawasan tersebut. Setiap titik berjarak sekitar 500 meter, dan hanya berjarak sekitar 300 meter dari daratan yang dipenuhi hutan bakau dan tambak masyarakat. Terlihat di sekitar lokasi pengeboran eksplorasi air laut keruh dan terjadi sejak lama. Hal itu dikarenakan perairan tersebut adalah kawasan delta yang selalu dipenuhi sedimen lumpur.

sumber informasi dari
Radar Banjarmasin, Kamis, 30 Agustus 2007 




Iklan
November 2018
S S R K J S M
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930