Arsip untuk Oktober, 2007

29
Okt
07

konversi hutan terus berlanjut

Jangan kan untuk melakukan rehabilitasi, bahkan kawasan hutan yang adapun disikat habis. Tidak tanggung-tanggung kawasan tersebut dirubah untuk kepentingan yang merusak. Misalnya saja kawasan hutan dirubah menjadi kawasan pertambangan, jelas kawasan hutan akan hancur. Atau dirubah menjadi kawasan perkebunana kelapa sawit yang jelas merubah fungsi hutan dalam waktu lama dan terjadi penghacuran ekologis.

Hal ini terjadi di kabupaten tanah laut. Beberapa perusahaan pertambangan biji besi sudah memasuki kawasan hutan dan ada 16 perusahaan perkebunan yang arealnya masuk kawasan hutan berdasarkan data dishut kabupaten Tanah Laut yang dikutip oleh Banjarmasin post 26/10/07 .

perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :

No Perkebunan Perambah Hutan
1 Sarana Subur Agrisindo
2 Candi Arta
3 Bumi Raya Investindo
4 Lunik Anugerah
5 Meratusindo Nugraha Sentosa
6 Citra Putra Kebun Asri
7 Emida
8 Kintap Jaya Wattindo
9 Smart and Co
10 Damit Mitra Sekawan
11 Indoraya Everlatex
12 Malindo Jaya Diraja
13 Sinar Surya Jorong
14 Bridgeston Kalimantan Plantation
15 Pola Kahuripan Inti Sawit
16 PTPN XIII
17 Bangun Kalimantan
Sumber Data: Dinas Kehutanan Tanah Laut

Apakah dengan mengajukan pinjam pakai kawasan maka perusahaan perusahaan tersebut legal menggunakan hutan untuk penggunaan non hutan. Aturan dari departemen kehutanan memang seperti itu, setiap penggunaan dikawasan hutan harus seijin departemen kehutanan.

Namun ada lagi aturan yang harus diperhatikan adalah Tata Ruang Wilayah Kabupaten, menurut UU Tata Ruang yang baru jika terjadi pelanggaraan tata ruang maka akan dikenakan hukum maksimal 5 milyar. Lalu Apakah pemakaian kawasan hutan untuk penggunaan lain melanggar aturan tata ruang, bisa jadi itu terjadi karena dalam menetapkan kawasan hutan pemerintah kabupaten mengacu kepada aturan tentang kawasan hutan

Iklan
29
Okt
07

Indeks Pembangunan Manusia di Kalsel Urutan 26??

hampir tidak percaya ketika membaca koran Banjarmasin Post pada tanggal 11 Agustus 2007. Bagaimana tidak, Kalsel bukanlah daerah miskin. Banyak sudah sumber daya alam di Kalimantan Selatan, mulai kayu kemudian batubara, emas, biji besi bahkan ratusan ribu lahan sudah berganti menjadi kebun sawit dan hutan tanaman industri.

Lalu dikemanakan duit dari hasil itu semua ??

Lalu apa yang telah dilakukan ratusan perusahaan pertambangan untuk masyarakat ??

Jika kenyataannya indek pembangunan Manusia di kalsel masih rendah??

Dikoran tersebut Ketua Komite Ahli Cooporate Social Responsbility (CSR) Award, Coorporate Forum Community Development (CFCD), Prof Dr Ir HAM Hardinsyah MS mengatakan IPM Kalsel yang berada di peringkat 26 dari 33 provinsi di Indonesia.dengan nilai 67,4.Padahal daerah yang berada di peringkat atas itu banyak daerah yang tidak memiliki sumber daya alam. Sementara Kalsel kaya,” ujarnya pada sebuah seminar. untuk menaikkan peringkat IPM diperlukan waktu yang sangat lama. Satu peringkat saja, lanjutnya, memakan waktu sekitar lima tahun. IPM Kalsel tahun 2002 sebesar 64,3 kemudian 2004 sebesar 66,7 dan 2005 naik menjadi 67,4. “Jadi kalau Kalsel ingin masuk ke urutan lima besar IPM di Indonesia, perlu waktu paling cepat 50 tahun,” tukasnya.

Bersambung

29
Okt
07

Sistem Kewilayahan Masyarakat Adat di Meratus

belum di edit

bila banyunya lilih kedaerah kami maka itulah wilayah kami”

Begitulah pernyataan salah satu masyarakat adat di dayak pitap untuk menjelaskan bagaimana sistem kewilayahan mereka. Hal ini terungkap ketika kami bersama dengan walhi kalsel memfasilititasi pemetaan di wilayah mereka.

Konsep wilayah dipegunungan meratus umumnya lebih jelas, karena ada prinsip dasar yang dipegang mereka yaitu lilih banyu. Konsep ini sangat mirip dengan konsep Daerah Aliran Sungai. Begitu pula dengan identitas mereka, jika kita ke kampung-kampung mereka maka sebutan dayak meratus sedikit agak membingungkan bagi mereka. Tapi kalau kita menyebut dengan orang pitap, orang alai atau orang loksado maka orang yang ditanya tersebut akan tahu siapa orang yang dimaksud. Pitap, Alai dan Loksado merupakan sungai-sungai yang ada di pegunungan meratus. Misalnya orang pitap maka itulah sebutan masyarakat adat yang tinggal di daerah aliran sungai pitap. begitu pula dengan alai dan sebagainya.

Pitap merupakan kelompok besar masyarakat yang tinggal disekitar DAS Pitap. kelompok besar ini kemudian terbagi-bagi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil misalnya kelompok orang Iyam, kelompok orang Iyam. Kelompok ini juga terdiri dari kelompok kecil lagi. Bagaimana pembagian wilayah mereka, orang Iyam misalnya menguasai wilayah yang berada di subdas Iyam begitu juga dengan kambiyain. pengwilayahan berdasarkan analisi das membuat wilayah mereka menjadi jelas.




Iklan
Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031