08
Jun
07

Rakyat Kalsel Berhutang untuk Pengusaha Batubara

Kenapa bisa begitu? Ya…tentu saja bisa.

Tau jalan Lingkar Selatan, jalan yang biasanya dilewati ribuan angkutan batu bara tiap harinya ternyata dibangun melalui hutang ke Bank Dunia. Tidak tanggung-tanggung jalan sepanjang 25,20 km mulai dari Simpang Liang Anggang ke Pelabuhan Trisakti (tentunya stockpile batubara) didanai Bank Dunia sebesar 16 M atau 80 % dari total biaya keseluruhan[1].

Program Kalimantan urban Development Project (KUDP) merupakan sebuah program dari Bank Dunia pada tahun 1997-98 yang bertujuan mengatasi permasalahan perkotaan. Pemerintah mengajukan proyek pembangunan jalan Lingkar Selatan dengan alasan untuk mengatasi kemacetan di ibukota Kalimantan Selatan. Tidak cuma itu Bank Dunia pun sudah menyiapkan hutangan untuk biaya pemeliharaan selama 5 tahun[2].

Benarkah waktu itu jalan-jalan Kalsel macet, boleh dibilang iya. Namun yang memacetkan bukan masyarakat umum namun karena banyaknya angkutan batubara yang berseleweran di Banjarmasin.

Pemerintah telah memfasilitasi pengusaha dengan penyediaan jalan hotmix (wow…jalan terbaik didunia untuk kegiatan pertambangan) untuk mengangkut batu bara dari situs pertambangan ke stockpile. Seharusnya pengusahaalah yang menyediakan sendiri jalan angkut tersebut bukan pemerintah apalagi rakyat yang tiap hari menerima dampaknya. Namun sayangnya fasilitas tersebut ada karena rakyat kalsel yang berhutang dan pengusaha batubara yang memanfaatkannya untuk kesejahteraan pengusaha itu sendiri


[1]1 oktober, Truk Batubara Lewat Lingkar Selatan (LS), Dinamika Berita 18 September 99

[2] Amankan Jalan LS, DPRD akan Panggil Tim Batubara. Kalimantan Post 28 sept 00



2 Responses to “Rakyat Kalsel Berhutang untuk Pengusaha Batubara”


  1. 1 nhenk
    Agustus 10, 2007 pukul 4:23 am

    wah, hebat donk klo gitu…. dermawan banget ternyata rakyat kalsel ini ya….
    sampai mau berkorban untuk membayarkan utang yang sebenarnya dinikmati oleh para boz2 yang bahkan tidak pernah berpikir untuk kepentingan masyarakat kecil.
    udah dapet sengsara, dapet penyakit, dapet musibah, dapet utang pula….
    woooooiiiiiiii pemerintah, nunggu apa lagi ne…?
    kapan mo berbakti kepada rakyat….? ktanya ingin mensejahterakan rakyat, tapi ko…
    ingt ya coiii, kalian berhutang ma rakyat, kapan dibayar….

  2. Januari 28, 2009 pukul 1:35 am

    seharusnya proses pembangunan dinikmati oleh seluruh lapisan rakyat, jangan sampai terjadi keuntungan di satu pihak saja….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: