hampir tidak percaya ketika membaca koran Banjarmasin Post pada tanggal 11 Agustus 2007. Bagaimana tidak, Kalsel bukanlah daerah miskin. Banyak sudah sumber daya alam di Kalimantan Selatan, mulai kayu kemudian batubara, emas, biji besi bahkan ratusan ribu lahan sudah berganti menjadi kebun sawit dan hutan tanaman industri.
Lalu dikemanakan duit dari hasil itu semua ??
Lalu apa yang telah dilakukan ratusan perusahaan pertambangan untuk masyarakat ??
Jika kenyataannya indek pembangunan Manusia di kalsel masih rendah??
Dikoran tersebut Ketua Komite Ahli Cooporate Social Responsbility (CSR) Award, Coorporate Forum Community Development (CFCD), Prof Dr Ir HAM Hardinsyah MS mengatakan IPM Kalsel yang berada di peringkat 26 dari 33 provinsi di Indonesia.dengan nilai 67,4.Padahal daerah yang berada di peringkat atas itu banyak daerah yang tidak memiliki sumber daya alam. Sementara Kalsel kaya,” ujarnya pada sebuah seminar. untuk menaikkan peringkat IPM diperlukan waktu yang sangat lama. Satu peringkat saja, lanjutnya, memakan waktu sekitar lima tahun. IPM Kalsel tahun 2002 sebesar 64,3 kemudian 2004 sebesar 66,7 dan 2005 naik menjadi 67,4. “Jadi kalau Kalsel ingin masuk ke urutan lima besar IPM di Indonesia, perlu waktu paling cepat 50 tahun,” tukasnya.
Bersambung
Ady berkata,
Maret 12, 2008 @ 9:15 am
Wah sesuatu yg aneh tuh…
masa KALSEL yang kaya akan sumber daya alam bisa tertinggal dengan daerah lain dalam hal IPM nya…
Berarti ada penyelewaengan dana dari royalti pertambangan yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun IPM KALSEL
komunitassumpit berkata,
Maret 12, 2008 @ 1:16 pm
Aneh memang, ini yang patut dipertanyakan lalu dana yang di dapat dari pertambangan untuk apa dan siapa. Untuk lingkungan, juga tidak karena terbukti bulan maret terjadi lagi banjir di pada daerah-daerah yang hulu sungainya di sekitar wilayah tambang